ENGGAL BALI
Kanti safira
Wis mesthine nasibku
aku ditinggal bojoku
Awan wengi tansah kelingan
turu ijen pikiranku melayang
Arep mangan ora doyan
Arep turu tansah klisikan
Gawang-gawang esemmu sayang
Nggonku mikir nganti koyo wong edan
Masss...neng endi pindahmu
Neng endi mapanmu
Kok ora kirim warto
opo wis keno godha
Massss...enggal ndang balio
Aku sing neng ndeso
Tansah kangen sliramu
Tansah nunggu tekamu..
Kembali ke atas..
Sabtu, 20 Agustus 2011
Jumat, 05 Agustus 2011
Kamis, 14 Juli 2011
layu sebelum berkembang
Hatiku hancur
Mengenang dikau
Berkeping-keping
Jadinya...
Kini air mata
Jatuh bercucuran
Tiada lagi harapan
Tiada seindah
Waktu itu...
Dunia berseri-seri
Malam bagai siang
Seterang hatiku
Penuh harapan
Padamu
Kini hancur berderai
Kepedihan berantai
Kuncup di hatiku
Yang lama kusimpan
Hancur kini
Sebelum berkembang...
Mengapa ini
Harus terjadi
Di tengah
Kebahagiaan
Ingin kurasakan
Lebih lama lagi
Hidup bersama
Denganmu...
Hidup bersama
Denganmu
Mengenang dikau
Berkeping-keping
Jadinya...
Kini air mata
Jatuh bercucuran
Tiada lagi harapan
Tiada seindah
Waktu itu...
Dunia berseri-seri
Malam bagai siang
Seterang hatiku
Penuh harapan
Padamu
Kini hancur berderai
Kepedihan berantai
Kuncup di hatiku
Yang lama kusimpan
Hancur kini
Sebelum berkembang...
Mengapa ini
Harus terjadi
Di tengah
Kebahagiaan
Ingin kurasakan
Lebih lama lagi
Hidup bersama
Denganmu...
Hidup bersama
Denganmu
tak pernah jujur
Mengapa kau tak pernah lagi
Melihat dan menemani diriku sayang
Seandainya daun-daun pun berbisik
Dia akan bercerita tentang hati ini
****
Malam-malam sepi begini
Terasa panjang dan sangat menyiksa diri
Rasa sunyi rasa rindu pada dirimu
Menyatu di dalam kebisuan malam ini
Mengapa kita sering menyiksa diri
Sedangkan rinduku rindumu berpadu
Mengapa kita berdua, tak pernah jujur mengakuinya
Mengapa kita harus hidup tersiksa
Sedangkan cintamu cintaku menyatu
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini
Kembali ke ****
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini
Melihat dan menemani diriku sayang
Seandainya daun-daun pun berbisik
Dia akan bercerita tentang hati ini
****
Malam-malam sepi begini
Terasa panjang dan sangat menyiksa diri
Rasa sunyi rasa rindu pada dirimu
Menyatu di dalam kebisuan malam ini
Mengapa kita sering menyiksa diri
Sedangkan rinduku rindumu berpadu
Mengapa kita berdua, tak pernah jujur mengakuinya
Mengapa kita harus hidup tersiksa
Sedangkan cintamu cintaku menyatu
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini
Kembali ke ****
Jangan biarkan membara
Api cemburu di dalam hidup ini
Daun-daun kering
Sering hati bertanya
Masih adakah cinta dihatimu
Sering aku termenung
Untuk apalagi hidup begini
Begini salah, begitu salah
Aku jadi tak mengerti
Dia yang dusta, aku yang salah
Untuk apa ku disini
Hei, tiadakah mata hatimu
Hei, tak pernahpun aku berdusta
Mana sumpah, mana janji yang dulu
Kering sudah daun-daun dihatiku
Mungkinkah cinta ini
Berakhirlah sudah sampai disini
Begini salah begitu salah
Aku jadi tak mengerti
Airmataku habislah sudah
Bagai daun-daun kering
Masih adakah cinta dihatimu
Sering aku termenung
Untuk apalagi hidup begini
Begini salah, begitu salah
Aku jadi tak mengerti
Dia yang dusta, aku yang salah
Untuk apa ku disini
Hei, tiadakah mata hatimu
Hei, tak pernahpun aku berdusta
Mana sumpah, mana janji yang dulu
Kering sudah daun-daun dihatiku
Mungkinkah cinta ini
Berakhirlah sudah sampai disini
Begini salah begitu salah
Aku jadi tak mengerti
Airmataku habislah sudah
Bagai daun-daun kering
Benci Tapi Rindu
Bukan hanya sekedar penghibur
Diriku ini sayang
Bukan hanya sekedar pelepas
Rindumu oh sayang
Sakit hatiku
Kau buat begitu
Bukan hanya sekedar penghibur
Diriku ini sayang
Bukan hanya sekedar pelepas
Rindumu oh sayang
Sakit hatiku
Kau buat begitu
Kau datang dan pergi sesuka hatimu
Kejamnya dikau teganya dikau padaku
Kau pergi dan datang sesuka hatimu
Oh sakitnya hati bencinya hati padamu
Sakitnya hati ini
Namun aku rindu
Bencinya hati ini
Tapi aku rindu
Kau datang dan pergi sesuka hatimu
Kejamnya dikau teganya dikau padaku
Kau pergi dan datang sesuka hatimu
Oh sakitnya hati bencinya hati padamu
Sakitnya hati ini
Namun aku rindu
Bencinya hati ini
Tapi aku rindu
Benci benci tapi rindu
Benci benci tapi rindu
Benci tapi rindu
Benci tapi rindu
Diriku ini sayang
Bukan hanya sekedar pelepas
Rindumu oh sayang
Sakit hatiku
Kau buat begitu
Bukan hanya sekedar penghibur
Diriku ini sayang
Bukan hanya sekedar pelepas
Rindumu oh sayang
Sakit hatiku
Kau buat begitu
Kau datang dan pergi sesuka hatimu
Kejamnya dikau teganya dikau padaku
Kau pergi dan datang sesuka hatimu
Oh sakitnya hati bencinya hati padamu
Sakitnya hati ini
Namun aku rindu
Bencinya hati ini
Tapi aku rindu
Kau datang dan pergi sesuka hatimu
Kejamnya dikau teganya dikau padaku
Kau pergi dan datang sesuka hatimu
Oh sakitnya hati bencinya hati padamu
Sakitnya hati ini
Namun aku rindu
Bencinya hati ini
Tapi aku rindu
Benci benci tapi rindu
Benci benci tapi rindu
Benci tapi rindu
Benci tapi rindu
Kekasih-Aku Cinta Padamu
Masih ingin kulihat lagi
Senyum di bibirmu
Simpatiku pada dirimu
Berawal di sini
Kekasih memang engkau lain
Dari sekian banyaknya
Akupun ikut merasakan
Hangat pribadi dirimu
Salahkah bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkah bila malam ini
Ingin kukatakan
Aku cinta padamu
Tak pernah aku membayangkan
Kau akan hadir di sini
Menggugah kerinduan ini
Memandang dirimu
Kekasih memang kau berbeda
Di antara segalanya
Kau bawa aku mengembara
Di alam mimpi yang indah
Senyum di bibirmu
Simpatiku pada dirimu
Berawal di sini
Kekasih memang engkau lain
Dari sekian banyaknya
Akupun ikut merasakan
Hangat pribadi dirimu
Salahkah bila malam ini aku mengakui
Jatuh cinta kepadamu
Bolehkah bila malam ini
Ingin kukatakan
Aku cinta padamu
Tak pernah aku membayangkan
Kau akan hadir di sini
Menggugah kerinduan ini
Memandang dirimu
Kekasih memang kau berbeda
Di antara segalanya
Kau bawa aku mengembara
Di alam mimpi yang indah
Langganan:
Postingan (Atom)