Disusun Erna Widyawati sebagai tugas
Pelatihan Bekam Sunnah PBI Khusus Muslimah Assalam Management 3-4 Juni 2022
1. Jantung
Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri.
Jantung adalah rongga organ berotot yang berfungsi untuk memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi yang berulang.
Selain itu, jantung juga berperan dalam sistem peredarah darah dalam tubuh, terletak di rongga dada sebelah kiri.
Penyakit seputar organ ini diantaranya:
1. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh tumpukan plak maupun zat-zat kimia dari makanan dan minuman. Hal tersebut membuat adanya penggumpalan darah pada bagian arteri sehingga aliran darah terganggu.
2. Kelainan Irama Jantung
Kelainan irama jantung atau aritmia merupakan kondisi dimana laju irama jantung tidak normal. Laju dapat terasa terlalu cepat, terlalu lambat, atau ritmenya tidak teratur. Pada umumnya kelainan irama jantung tergolong tidak berbahaya, dapat menimbulkan gejala dan komplikasi yang parah apabila penyakit ini muncul karena adanya kondisi gangguan jantung lemah atau rusak.
3. Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan sebagian besar disebabkan adanya kelainan struktur maupun fungsi jantung sejak bayi dalam kandungan. ASD (Atrial Septal Defect) dan VSD (Ventricular Septal Defect) atau yang lebih dikenal sebagai jantung bocor merupakan penyakit jantung bawaan yang umum terjadi. Penyakit jantung bawaan dapat terjadi karena turunan genetik dari salah satu atau kedua orang tua.
4. Kelainan Katup atau Klep Jantung
Kelainan klep jantung merupakan penyakit yang terjadi ketika katup jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Katup jantung yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan darah dapat mengarah balik dan sulit keluar dari jantung. Kondisi ini juga dapat menyebabkan terbentuknya lubang kecil pada sekat jantung yang disebut jantung bocor.
5. Gagal Jantung
Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal sehingga darah yang dipompa tidak membawa oksigen dan nutrisi yang cukup dan tubuh menjadi kesulitan untuk mendapat kebutuhannya.
Dalam pencegahan dan memelihara kesehatan jantung dibutuhkan perubahan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK” yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik kurang lebih 30 menit dalam sehari, tertib sholat 5 waktu bisa juga ditambah sunnah, diet sehat dan seimbang bisa juga dengan berpuasa wajib maupun sunnah, Istirahat yang cukup minimal 7 hingga 8 jam per hari, dan Kelola stress.
Sumber: https://rs-soewandhi.surabaya.go.id/jenis-gejala-dan-penyebab-penyakit-jantung/
2. Ginjal
Ginjal adalah organ tubuh yang berbentuk seperti kacang dengan panjang sekitar 10-12 cm seukuran kepalan tangan.
Letaknya di bawah tulang rusuk bagian belakang, dan dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang. Ginjal adalah salah satu organ dengan fungsi vital dalam kehidupan.
Ginjal terdiri dari dua bagian, yaitu kiri dan kanan, hal tersebut menunjukan bahwa ginjal merupakan organ yang sepasang. Organ ini mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil. Maka dari itu, tugas utamanya adalah menyaring darah. Saat organ ini terganggu, ada banyak masalah pada tubuh yang dapat terjadi.
Fungsi organ ini menyaring sekitar 200 liter darah per harinya. Selain itu, ginjal juga dapat menjadi konverter vitamin D di dalam tubuh serta mengatur keseimbangan asam-basa pada tubuh.
Komplikasi Penyakit Ginjal
Penyakit ginjal yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:
Anemia.
Pendarahan dari perut atau usus.
Nyeri tulang, sendi, dan otot.
Kerusakan saraf kaki dan lengan (neuropati perifer).
Demensia.
Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura).
Komplikasi jantung dan pembuluh darah.
Hiperparatiroidisme.
Meningkatnya risiko infeksi.
Kerusakan atau kegagalan hati.
Malnutrisi.
https://www.halodoc.com/kesehatan/fungsi-ginjal diakses Sabtu, 4 Juni 2022.
Cara merawat ginjal:
Cukupi Kebutuhan Air
Minum banyak cairan akan membantu ginjal berfungsi dengan baik. Jika urine berwarna seperti jerami, atau bahkan lebih gelap, itu mungkin tanda dehidrasi. Saat cuaca panas, saat bepergian di negara panas atau saat berolahraga berat, kamu juga perlu minum lebih banyak air dari biasanya untuk mengganti cairan yang hilang karena berkeringat.
Makan Makanan Sehat
Pola makan seimbang akan memastikan kamu mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Perbanyak makan buah dan sayuran, dan biji-bijian seperti pasta gandum, roti dan nasi. Hindari makan terlalu banyak makanan asin atau berlemak.
Perhatikan Tekanan Darah
Periksakan tekanan darah secara teratur. Tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan jantung. Kamu bisa mendapatkan pemeriksaan tekanan darah sederhana, cepat dan tanpa rasa sakit secara gratis di fasilitas kesehatan terdekat. Tekanan darah yang ideal dianggap antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.
Jangan Merokok atau Minum Alkohol Berlebihan
Cobalah berhenti merokok sepenuhnya dan batasi jumlah alkohol yang kamu minum. Baik pria maupun wanita disarankan untuk tidak minum lebih dari 14 unit alkohol seminggu secara teratur. Minum terlalu banyak alkohol dan merokok sama-sama meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab paling umum dari penyakit ginjal.
Jaga Berat Badan Ideal
Menjadi terlalu berat atau kelebihan berat badan akan meningkatkan tekanan darah, yang berdampak buruk bagi ginjal. Cobalah untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan tetap aktif dan tidak makan berlebihan.
Indeks massa tubuh (BMI) adalah cara yang berguna untuk memeriksa apakah kamu memiliki berat badan yang sehat. Kamu dapat menggunakan kalkulator berat badan sehat untuk menghitung BMI. Lakukanlah setidaknya 150 menit latihan intensitas sedang, seperti berjalan kaki, bersepeda atau berenang, setiap minggu untuk mengembalikan berat badan ke angka ideal. Bisa juga dengan berpuasa secara rutin.
3. Hati
Hati atau liver (hepar) merupakan organ tubuh yang penting. Ukurannya besar, rata-rata berat hati orang dewasa adalah 1,4 kilogram.
Hati terletak di dalam rongga perut sebelah kanan atas. Normalnya, Anda tidak bisa meraba keberadaan organ ini dari luar tubuh karena terlindungi oleh tulang rusuk.
Fungsi hati
1. Fungsi vaskuler untuk menyimpan dan menyaring darah.
2. Fungsi metabolisme yang berhubungan dengan sebagian besar sistem metabolisme tubuh seperti metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dan metabolik lain seperti menyimpan vitamin, komponen darah, zat besi dan pengeluaran hormon, racun dan sebagainya.
3. Fungsi sekresi dan ekskresi yang berperan membentuk empedu yang mengalir melalui saluran empedu ke saluran pencernaan.
Penyakit seputar organ hati diantaranya penyakit kuning, kolestasis (aliran cairan empedu tersumbat), sirosis (luka di organ hati), Hepatitis A (peradangan hati), Hepatitis B (luka, kegagalan hati, kanker hati, Hepatitis C (pembengkakan hati), perlemakan hati, kanker hati. https://www.alodokter.com/gangguan-hati-penyebab-jenis-dan-cara-mengatasinya
Menjaga organ hati.
Karena fungsi organ hati sangat penting bagi tubuh, maka kita harus selalu menjaga hati kita tetap sehat. Tes fungsi hati di laboratorium perlu dilakukan secara berkala untuk memonitor kondisi kesehatan hati kita. Selain itu, terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, hindari makanan yang banyak mengandung pengawet.
https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/mengenal-fungsi-organ-hati
Berpuasa. Puasa merupakan salah satu kegiatan ibadah yang mampu memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat. Selama berpuasa, maka organ hati memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan hal ini baik untuk menjaga organ tersebut dari gangguan kerusakan. Pada saat kita puasa, terjadi pengosongan lambung, sehingga hati tidak banyak bekerja untuk proses pencernaan makanan. Kondisi ini akan memudahkan organ hati untuk bekerja secara penuh dalam menyaring racun. https://www.amongguru.com/hubungan-antara-puasa-dengan-menjaga-kesehatan-organ-hati/
4. Limpa
Limpa merupakan bagian dari sistem getah bening atau sistem limfatik. Organ yang berwarna merah keunguan ini terletak di dalam rongga perut sebelah kiri atas, tepatnya di belakang lambung.
Fungsi limpa diantaranya menyaring sel darah merah, menyimpan cadangan darah, melindungi tubuh dari infeksi dan memproduksi sel darah.
Penyakit seputar limpa.
Dalam istilah medis, kondisi tidak adanya limpa di dalam tubuh disebut asplenia. Ketika tubuh tidak memiliki limpa, fungsi limpa akan digantikan oleh hati.
Seseorang bisa mengalami asplenia sejak lahir, tetapi kondisi ini tergolong sangat jarang terjadi. Asplenia yang terjadi sejak lahir biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau cacat bawaan lahir.
Selain itu, seseorang bisa mengalami asplenia akibat operasi pengangkatan limpa. Operasi ini biasanya dilakukan ketika terjadi kondisi atau penyakit tertentu, seperti:
Limpa rusak atau pecah akibat benturan keras saat kecelakaan.
Limpa membesar.
Infeksi parah pada limpa, misalnya abses limpa
Kelainan darah, seperti anemia sel sabit, anemia hemolitik, polisitemia vera, dan ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura).
Kanker, seperti kanker darah (leukemia) dan kanker getah bening (limfoma).
Walau demikian, ketiadaan limpa dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, sehingga rentan terserang infeksi. Sehingga perlu melakukan imunisasi.
Perlu juga untuk memperbanyak ibadah sebagai upaya ketenangan jiwa sehingga imunitas ikut meningkat.
Agar fungsi limpa selalu terjaga dengan baik, Anda dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol, menjauhi khamr, tidak menggunakan narkoba, memakai alat pelindung diri ketika bekerja dan berkendara, menjaga keamanan jiwa dan raga, dan menghindari berganti pasangan seksual/ menjauhi zina. Perbanyak berpuasa.
https://www.alodokter.com/fungsi-limpa-sangat-penting-untuk-sistem-kekebalan-tubuh
5. Usus Besar
Usus besar adalah organ pencernan yang mengelilingi seluruh rongga perut. Organ yang disebut juga dengan kolon memanjang dari sekum, kantung yang menghubungkan ileum (ujung usus kecil) dengan kolon, sampai ke anus.
Fungsi usus besar yang paling penting adalah sebagai “pintu keluar” dari zat sisa proses pencernaan. Makanan maupun minuman yang kamu konsumsi akan masuk ke dalam sistem pencernaan dan ia akan diserap tubuh, sementara sisanya dibuang keluar, salah satunya melalui proses buang air besar (BAB). Nah, di sinilah usus besar berperan dalam membantu penyerapan nutrisi, pembentukan tinja, hingga proses pembuangan zat sisa.
Penyakit seputar usus besar.
Salah satu penyakit yang sering diderita banyak orang yaitu penyakit diare. Diare ditandai dengan gejala khas berupa keluarnya kotoran yang encer atau berair. Penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi ringan pada usus besar.
Di sisi lain, penyakit yang lebih parah seperti kanker juga dapat terjadi pada usus besar. Sel kanker yang menyerang kolon bahkan bisa menyebar sampai bagian rektum.Penyakit lainnya yang juga berhubungan dengan masalah pada usus besar adalah:
kolitis (radang usus besar),
kolitis ulseratif,
polip kolon,
penyakit Crohn,
divertikulitis,
wasir,
sindrom iritasi usus besar (IBS),
salmonellosis, dan
shigellosis.
Cara menjaga kesehatan usus: makan makanan yang berserat tinggi, seperti sayur, buah, dan biji-bijian,minum banyak air putih setiap hari,membatasi konsumsi daging merah atau daging olahan yang telah melalui proses panjang seperti sosis dan nugget, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan berolahraga. Dari segi rohani bisa dengan rutin melaksanakan shalat 5 waktu, sholat sunnah, berpuasa, jauhi khamr dan makan makanan yang baik dan halal.
https://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/pencernaan/fungsi-usus-besar/%3famp=1 diakses Minggu, 5 Juni 2022

.jpeg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar